Tetes peluh air mata kerinduan, basahi kenangan
masa lalu.
Masjid
Ar-rummy adalah saksi bisu awal langkah perjuangan selama ini.
Ratusan
hari kami tempuh jihad suci, ribuan duri telah kami hempas demi suatu mimpi.
Motivasi,
nasehat dan do’a senjata agung tabir nista, canda, tangis dan tawa warnai
tragedi, pelipur lara.
Sungguh mulia jasamu, wahai guru-guru ku,
keikhlasan yang engkau tanam membuka pintu kesuksesan.
Do’akan kami selalu wahai pahlawan, kini
saatnya kami menembus cakrawala, dan kembali ke pangkuan hangat Ayah dan Bunda.

0 opmerkings:
Plaas 'n opmerking